Sekolah Menengah Yio Chu Kang

Rangkap Pertama

 

Telah kususun letakmu

di sisian tenang

     ruang kukecilkan lagi

     dengan keinginan sederhana

kulepaskan kupu-kupu semalam

melalui jendela

diringi segaris cahaya pagi

selamatlah datangmu

 

1) Maksud

Dari rangkap ini, penyajak sudah memaparkan maksud dari puisi secara keseluruhan.

Dapat dilihat dari gaya bahasa atau diksi  yang digunakan penyajak, ia melambangkan suatu harapan, pengajaran yang sederhana, pada pelepasan kupu-kupu yang diiringi cahaya pagi.

 

2)Bentuk

a) rangkap ini terdiri daripada 8 baris. (okta)

b) tiap baris, panjang pendeknya tidak sama, iaitu antara dua sampai empat patah kata atau tujuh hingga dua belas suku kata.

contoh:

melalui jendela (2 patah kata / 7 suku kata)

diiringi segaris cahaya pagi (4 patah kata / 12 suku kata)

c) Rima: abcdedca 

 

3)Gaya Bahasa

a) Aliterasi k pada baris kelima

kulepaskan kupu-kupu semalam

b) Sinkope pada baris kelima

kulepaskan kupu-kupu semalam

pada kata ku, terjadi penyingkatan dari kata ‘aku’.

 


Rangkap Kedua


Atas kecintaan diri

hidup didewasakan

menjadi kristal padu

memancarkan cahaya berpenjuru

seharusnya kita berhati-hati

memantulkan kembali

ke hala yang satu


1) Maksud

Pada rangkap ini, penyajak bermaksud mengajak penulis untuk belajar.

Penjelasan terdapat pada baris pertama dan kedua:

Atas kecintaan diri

hidup didewasakan

hidup ini didewasakan agar siap mengahadi cabaran hidup di masa depan kerana kecintaan kita terhadap diri.

 

2)Bentuk

a) rangkap ini terdiri daripada 7 baris.(septain)

b) tiap baris, panjang pendeknya tidak sama, iaitu antara dua sampai tiga patah kata atau enam hingga  sebelas suku kata.

contoh:

memancarkan cahaya berpenjuru (3 patah kata / 11 suku kata)

ke hala yang satu (6 suku kata)

hidup didewasakan (2 patah kata)

c) Rima: abccaac 

 

3)Gaya Bahasa

a) Asonansi a pada baris keempat dan ketujuh, contoh:

memancarkan cahaya berpenjuru 

ke hala yang satu

b) Perlambangan, contoh:

kristal padu  

hidup ini didewasakan agar bisa terbentuk. agar bisa menjadi sesuatu yang seutuhnya yang dilambangkan dengan kristal padu

 

 

Rangkap Ketiga


Tanpa keizinan-Mu

pagi tidak lagi berbau tanah

atau tiba-tiba

orong kecilku

menjadi ungu


1) Maksud

penyajak berusaha mengajak pembaca agar senantiasa mentaati Tuhan

kerana tanpa diriNya, segala hal boleh terjadi

contoh:

Tanpa keizinan-Mu

pagi tidak lagi berbau tanah


2)Bentuk

a) rangkap ini terdiri daripada 5 baris.(Quint)

b) tiap baris, panjang pendeknya tidak sama, iaitu antara dua sampai lima patah kata atau lima hingga sebelas suku kata.

contoh:

menjadi ungu (2 patah kata / 5 suku kata)

pagi tidak lagi berbau tanah (5 patah kata / 11 suku kata)

c) Rima: abcaa

 

3)Gaya Bahasa

Aliterasi t dan Asonansi pada baris ketiga
contoh: atau tibatiba
(Secara keseluruhan, puisi ini dapat dikategorikan sebagai puisi moden kerana tidak terdapat pola khusus)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: